Menyusui
adalah langkah awal memiliki anak sehat. Tidak ada susu formula yang mampu
menandingi keunggulan ASI. Sayangnya, belum semua bayi mendapatkan hak ASI
eksklusif ini.
Berdasarkan
pendapat dr. dr. Anung Sugihartono, selaku Direktur Jenderal Bina Gizi
dan Kesehatan Ibu dan Anak, merujuk data SDKI tahun 2012, persentase bayi yang
mendapatkan ASI Eksklusif (untuk umur bayi dibawah 6 bulan) sebesar 41%, ASI
Eksklusif pada bayi umur 4-5 bulan sebesar 27 %, dan yang melanjutkan menyusui
sampai anak umur 2 tahun sebesar 55%.[1]
Berdasarkan
pengalaman penulis, dan banyak ibu ASI di dunia, niat saja tidak cukup jika
ingin memberi ASIX untuk anak. Diperlukan pengetahuan dan kesabaran dalam
proses menyusui. Terlebih pada keluarga yang baru dikaruniai anak pertama. Bisa
saja mereka terpengaruh dengan pendapat orang sekitar yang menyarankan
penggunaan susu formula, sampai
keterusan menggunakan susu formula. Padahal ASI bertindak seperti hukum
ekonomi, berbanding lurus antara Supply dan Demand. Makin banyak dihisap bayi,
maka akan semakin banyak diproduksi. Jika bayi sudah diberi susu formula, tentu
membuat hukum Supply dan Demand ini, tidak berlaku, akhirnya ASI jadi sedikit.
Sebagian orang juga beranggapan, susu
formula lebih bagus dari ASI. Hari ini
pembelian susu formula, bukan hanya disebabkan karena sang ibu tidak bisa
menghasilkan ASI. Bahkan orang bangga bisa memberikan susu mahal untuk anaknya,
ketimbang memberi ASI.
Generasi
muda adalah tonggak penting bagi Negara. Manusia yang sejak lahir mendapat ASI,
akan tumbuh lebih sehat dibanding yang tidak mendapat ASI. Berikut ini, dijabarkan manfaat menyusui,
diambil dari Buku Inisiasi Menyusu Dini, Plus ASI eksklusif, yang ditulis oleh
Ibu Utami Roesli.
Manfaat Menyusui
Bagi Bayi
1.
Kualitas dan kuantitas nutrisi yang optimal.
2.
Anak ASI lebih sehat.
3.
Menyusui dan perkembangan kecerdasan.
Adapun faktor yang mempengaruhi kecerdasan
anak :
1.
Faktor genetis: Kecerdasan yang diturunkan dari
orang tua.
2.
Faktor lingkungan
a.
Asuh
-
Kepandaian, berhubungan dengan pertumbuhan otak.
-
Untuk pertumbuhan, asupan terpenting adalah
nutrisi (makanan).
-
ASI eksklusif merupakan nutrisi dengan kualitas dan kuantitas terbaik. Masa lompatan
pertumbuhan otak adalah 0-6 bulan, bahkan sampai dua tahun. Jika bayi mengalami
kekurangan gizi berat pada masa ini, pengurangan jumlah sel otak akan terjadi
sebanyak 15-20 %.
b.
Asah: Stimulasi,
rangsangan, pendidikan.
Menyusui
bukan hanya memberi makan. Proses menyusui merupakan interaksi langsung antara ibu dan bayinya. Sambil menyusui, ibu
sangat dianjurkan untuk berbicara, dan memperdengarkan ucapan yang baik di
hadapan bayi.
c.
ASI: Kebutuhan psikososial
Anak
ASI akan :
-
Lebih sehat
-
IQ lebih tinggi
-
EQ lebih tinggi
-
SQ lebih baik
-
Langkah awal anak yang soleh dan solehah.
Manfaat
Menyusui bagi Ibu
1.
Mengurangi resiko kanker payudara (ca mamma)
2.
Mengurangi resiko kanker indung telur (ca ovarium) dan kanker rahim (ca endometrium)
3.
Mengurangi resiko keropos tulang (osteoporosis)
4.
Mengurangi resiko rheumatoid arthritis
5.
Metode KB paling aman
6.
Mengurangi risiko diabetes maternal
7.
Mengurangi stress dan gelisah
8.
Berat badan lebih cepat kembali normal.
Selain manfaat untuk ibu dan bayi, ada juga
keunggulan ASI lainnya[2]:
a.
Selalu tersedia dalam keadaan bersih dari
payudara ibu.
b.
Selalu tersedia kapanpun dan dengan suhu yang
tepat.
c.
Mudah dicerna dan diserap oleh tubuh bayi.
d.
Dapat membantu perkembangan gigi dan rahang bayi
karena bayi mengisap ASI dari payudara.
e. Kontak
kulit dengan kulit (skin to skin contact)
antara bayi dan ibu saat menyusui menciptakan kedekatan/ikatan serta
perkembangan psikomotorik dan social yang lebih baik.
Lihatlah! Ada banyak sekali keunggulan ASI.
ASI adalah ramuan dengan formula khusus dari Tuhan. Hadir dengan cinta Ayah yang bekerja keras demi keluarga kecilnya. Mengalir melalui dekapan penuh kasih Bunda.
ASI adalah ramuan dengan formula khusus dari Tuhan. Hadir dengan cinta Ayah yang bekerja keras demi keluarga kecilnya. Mengalir melalui dekapan penuh kasih Bunda.
Pemberian ASIX, secara nyata memberi
imunitas bagi anak. Disamping itu, ASI dengan segala keunggulannya, bisa
didapat gratis. Berbeda dengan susu formula yang harus dibeli, tapi tidak
pernah bisa melebihi kualitas ASI.
Untuk semua itu, menjadi sangat layak jika
ASI harus diperjuangkan.
[2] Monika,
F.B., Buku Pintar ASI dan Menyusui, Noura
Books (PT MIZAN Publika), Jakarta, 2014, hlm. 6.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar