Berhubung
hari ini saya tidak berselera makan, jadilah saya lirak lirik isi kulkas,
berniat mencari bahan apa yang bisa membuat selera makanku kembali. Yeayy…pas lihat ada jengkol rebus,
spontan saya tahu apa yang ingin saya makan. Yup! Saya mau buat kalio jengkol.
Laman
Kamis, 26 Mei 2016
Rabu, 18 Mei 2016
Manfaat Menyusui bagi Ibu dan Bayi
Menyusui
adalah langkah awal memiliki anak sehat. Tidak ada susu formula yang mampu
menandingi keunggulan ASI. Sayangnya, belum semua bayi mendapatkan hak ASI
eksklusif ini.
Berdasarkan
pendapat dr. dr. Anung Sugihartono, selaku Direktur Jenderal Bina Gizi
dan Kesehatan Ibu dan Anak, merujuk data SDKI tahun 2012, persentase bayi yang
mendapatkan ASI Eksklusif (untuk umur bayi dibawah 6 bulan) sebesar 41%, ASI
Eksklusif pada bayi umur 4-5 bulan sebesar 27 %, dan yang melanjutkan menyusui
sampai anak umur 2 tahun sebesar 55%.[1]
Berdasarkan
pengalaman penulis, dan banyak ibu ASI di dunia, niat saja tidak cukup jika
ingin memberi ASIX untuk anak. Diperlukan pengetahuan dan kesabaran dalam
proses menyusui. Terlebih pada keluarga yang baru dikaruniai anak pertama. Bisa
saja mereka terpengaruh dengan pendapat orang sekitar yang menyarankan
penggunaan susu formula, sampai
keterusan menggunakan susu formula. Padahal ASI bertindak seperti hukum
ekonomi, berbanding lurus antara Supply dan Demand. Makin banyak dihisap bayi,
maka akan semakin banyak diproduksi. Jika bayi sudah diberi susu formula, tentu
membuat hukum Supply dan Demand ini, tidak berlaku, akhirnya ASI jadi sedikit.
Langganan:
Komentar (Atom)